Rabu, 22 Januari 2020 07:43:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 345
Total pengunjung : 19641
Hits hari ini : 1227
Total hits : 577430
Pengunjung Online : 13
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Adri Istambul Gayo: Perlu Dukungan Semua Pihak Majukan Properti Tanah Air






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 14 Januari 2020 11:05:46
Adri Istambul Gayo: Perlu Dukungan Semua Pihak Majukan Properti Tanah Air

H. Adri Istambul LG Sinulingga, SE


Surabaya,pustakalewi.com - Meski selama tiga tahun ini bisnis properti di Indonesia mengalami kondisi stagnan tidak ada pertumbuhan yang cukup berarti namun para pengusaha properti masih optimis ditahun 2020 ini akan mengalami perubahan secara positif.

Prediksi pasar properti pada tahun 2020 ini mengalami pergerakan secara positif. Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah insentif di dalam sektor properti.

Pertumbuhan pasar properti diprediksi masih belum mampu mencapai kisaran angka hingga dua digit, dengan alasan Belum Mampu Tumbuh 2 Digit

Menurut Ketua Komite Komunitas Pengusaha Berintegritas (KUPAS) dari Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Indonesia H. Adri Istambul LG Sinulingga, SE hal tersebut membuat pasar properti pada tahun 2020 ini dapat menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tahun yang lalu.

Adri juga memberikan pernyataan mengenai perkiraan perkembangan bisnis pasar properti di tahun ini bahwa sebenarnya ada sebuah perkiraan tingkat kenaikan industri properti akan berkisar 2 digit.

Namun prediksi pasar properti ini tetap memiliki sebuah peluang, akan tetapi untuk jangka waktu yang dekat ini belum bisa melihat arah pergerakannya akan seperti itu.

Adanya sebuah kemungkinan pasar properti tumbuh 2 digit sudah merupakan kemajuan yang sangat besar bagi peningkatan ekonomi melalui bisnis properti.

"Tidak lupa menambahkan bahwa pasar properti pada tahun 2020 ini masih sulit memberikan catatan pertumbuhan berada di kisaran dua digit. Pernyataan ini tidak tanpa alasan begitu saja" ujar Adri.

"Pasalnya dilihat dari perkembangan pasar properti sejak beberapa tahun terakhir menunjukkan kinerja di sektor properti cenderung stagnan. Maka dari itu, dalam meningkatkan gairahnya kembali masih membutuhkan waktu" lanjutnya.

Kita sadari bahwa semakin banyaknya perkembangan bisnis di Indonesia seperti bisnis properti ini, menjadi perekonomian akan meningkat dengan pesatnya. Prediksi pasar properti telah dipengaruhi adanya kondisi ekonomi global.

Namun sangat disayangkan kondisi ekonomi global ini turut diperkirakan masih menjadi sebuah tantangan. Kurs Rupiah yang makin melemah terhdap US Dollar bisa berdampak atas suku bunga.

Tantangan ini berpotensi membuat perkiraan pasar properti mendapatkan hambatan untuk tumbuh dan berkembang. Dimana pertumbuhan industri properti akan menghadapi tantangan dalam bersaing di pasar global.

Adri memberikan harapannya. Semoga saja kenaikan positif dalam sektor properti ini dapat terus berlanjut sehingga untuk kedepannya pasar properti memiliki angka pertumbuhan yang bisa lebih tinggi.

"Tentunya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan impian industri properti tahun ini. Selain kemampuan persaingan pasar global yang mumpuni, harus juga dilakukan strategi dalam membaca sebuah peluang keberhasilan".

Dan untuk mewujudkan pasar properti yang bagus juga dibutuhkan peran semua pihak tidak saja dari para pengusaha tapi peran pemerintah baik pusat dan di daerah bersama DPR juga harus ikut berperan dalam mewujudkannya tutupnya.mwp

dilihat : 179 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution