Kamis, 13 Agustus 2020 00:53:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 73
Total pengunjung : 188951
Hits hari ini : 318
Total hits : 2006941
Pengunjung Online : 15
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa UNAIR Ciptakan Aplikasi Bantu Pengobatan Paliatif Pasien HIV/AIDS




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 14 Januari 2020 08:05:31
Mahasiswa UNAIR Ciptakan Aplikasi Bantu Pengobatan Paliatif Pasien HIV/AIDS

Surabaya,putakalewi.com - Riwayat tindakan medis sangat penting terutama bagi perawat residen untuk memberikan perawatan selanjutnya kepada pasien. Hanya saja, tidak semua perawat dapat melacaknya, seperti halnya perawat residen RSUD Dr. Soetomo yang kesulitan melacak tindakan medis untuk pasien HIV/AIDS.

Dari masalah tersebut, Hendriyan Ogivano mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) bersama dengan tim menciptakan aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS yang diberi nama “Med Buddies HIV/AIDS Medication Partner”. Aplikasi tersebut dapat membantu pasien untuk menjadwalkan minum obat secara teratur.

“Kami membuat suatu aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS karena seringkali teman-teman penderita HIV/AIDS tidak minum obat secara rutin,” jelas mahasiswa Sistem Informasi tersebut.

Tim Hendriyan antara lain Najibullah Ulul Albab mahasiswa FST, Rizki Jian Utami mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp), Rahmatul Habibah (FKP), dan Asih Parama Anindhia (FKP).

Menurut Hend, sapaan akrabnya, ada beberapa tahap yang dilakukan dalam penelitian tersebut. Di antaranya yakni brainstorming, mencari solusi dan implementasi ke dalam sistem aplikasi. Tahap brainstorming, lanjutnya, dilakukan untuk mencari akar permasalahan.

“Tahap awal yaitu melakukan brainstorming berulang kali untuk menemukan pokok masalah, lalu melakukan solusi dari permasalahan tersebut secara tepat. Setelah itu baru implementasi ke dalam sistem aplikasi,” jelas mahasiswa angkatan akhir tersebut, Senin (13/1).

Hend menyampaikan bahwa dalam prosesnya, waktu menjadi salah satu kesulitan. Hal tersebut karena sulitnya mencari waktu yang tepat untuk melakukan brainstorming yang dilakukan secara berkali-kali.

“Kesulitannya mungkin masalah mencari waktu yang tepat karena kan brainstorming dilakukan berkali-kali dan teman-teman juga waktu kosongnya tidak sama,” tuturnya.

Hend juga mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut telah melalui proses pengembangan dan telah diuji coba bersama tim. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga dapat diunduh melalui play store.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Hend berharap ke depan aplikasi tersebut dapat berkembang lebih luas lagi tidak hanya masalah HIV/AIDS tetapi juga untuk penyakit-penyakit yang lain.

Aplikasi tersebut menghantarkan Hend mendapatkan Silver Award kategori Best Project dalam ajang Management & Science University on Idea Regeneration Expo 2019 (MSU iREX 2019), pada 16-17 Desember 2019, di Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia. Hall, Level 5 E-Learning , Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia.pr/red

dilihat : 146 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution