Jum'at, 29 Mei 2020 08:39:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 517
Total pengunjung : 139812
Hits hari ini : 4302
Total hits : 1435650
Pengunjung Online : 24
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Waspada! Kekerasan Seksual Justru Kebanyakan dari Orang yang Dikenal






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 13 Januari 2020 11:08:54
Waspada! Kekerasan Seksual Justru Kebanyakan dari Orang yang Dikenal

Surabaya - Kekerasan seksual bisa terjadi di ranah publik maupun ranah pribadi. Di ranah publik maupun pribadi, terlihat bahwa pelaku kekerasan seksual didominasi oleh orang yang dikenal. Demikian berdasarkan data dari Komnas Perempuan.

“Jadi pelaku kekerasan seksual lebih sedikit dilakukan oleh orang asing dibandingkan orang yang dikenal. bahkan kalau di ranah publik, ini yang paling tinggi angkanya, kekerasan seksual cenderung dilakukan oleh teman sementara di ranah pribadi dilakukan oleh pasangan,” tutur spesialis kejiwaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Gina Anindyajati, SpKJ, saat ditemui pada Jumat (10/1/2020).

Catatan Komnas Perempuan tahun 2017 memperlihatkan dari 2,552 kasus kekerasan seksual di ranah publik, 1.106 di antaranya dilakukan oleh teman dan 863 lainnya oleh tetangga.

Sementara di ranah pribadi, dari 2,672 kasus kekerasan seksual, 1528 kasus dilakukan oleh pasangan atau pacar dan posisi terbanyak kedua yakni 425 dilakukan oleh ayah kandung.

Diwawancara terpisah, Sitti Hikmawaty, SST, MPd, Komisioner bidang kesehatan dan Napza KPAI, menyebut saat ini sayangnya kecenderungan kekerasan seksual dilakukan oleh orang terdekat dari korban.

“Kita khawatirkan karena kan pengaduan sifatnya seperti gunung es tapi polanya lebih mendekati orang yang dikenal seperti teman, keluarga, bahkan keluarga kandung,” pungkas Sitti dikutip dari detik.com.

Karenanya, pada beberapa kasus, korban tidak berani melaporkan ke kepolisian karena takut dianggap membuka aib atau khawatir mendapat kecaman dari lingkungan sosialnya.

(Red)

dilihat : 90 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution