Rabu, 22 Januari 2020 07:46:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 346
Total pengunjung : 19642
Hits hari ini : 1272
Total hits : 577475
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Spesialis Pencuri Gereja di Klaten Berhasil Dibekuk Polisi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 11 Januari 2020 21:05:49
Spesialis Pencuri Gereja di Klaten Berhasil Dibekuk Polisi

Klaten - Spesialis pencurian gereja di Klaten, Jawa Tengah berinisial HS, akhirnya ditangkap polisi. Pelaku asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat yang berprofesi sebagai penjual pakaian di daerah Yogyakarta ini ditangkap setelah aksinya terekam kamera CCTV.

Wakil Kapolres Klaten Komisaris Polisi Moh Zulfikar mengungkapkan pelaku telah melakukan dua kali pencurian yakni di dua gereka di Klaten serta di sebuah rumah kawasan Karangdowo. Terakhir dia mencuri di Gereja Maria Assumta yang berlokasi di Klaten Tengah.

Pelaku ditangkap setelah aksinya terekam kamera CCTV di tempat ibadah. Dari penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti uang senilai Rp 20,5 juta dari total Rp 25 juta uang yang dicuri. Sisanya sebanyak Rp 4,5 juta telah digunakan pelaku untuk belanja pakaian.

Kompol Zulfikar mengatakan proses penangkapan yang dilakukan sangat terbantu dengan rekaman CCTV. "Kami sangat terbantu dengan adanya CCTV yang ada di TKP (tempat kejadian perkara), sehingga pelaku ini bisa cepat kita amankan," ujarnya di Mapolres Klaten, Jumat, 10 Januari 2020.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polre Klaten Ajun Komisaris Polisi Andryansyah Rithas H mengatakan modus yang dilakukan pelaku terbilang cukup profesional. Pelaku ini merupakan spesialis pencurian di gereja. Sebelum beraksi, tersangka terlebih dahulu melakukan survei terhadap target dengan berpura-pura sebagai jamaah gereja.

Setelah 2-3 minggu memahami seluk-beluk target barulah tersangka melakukan aksi pencurian. "Pelaku pernah belajar kepada temannya yang telah berpengalaman di daerah Bekasi sasarannya tempat tinggal Romo, karena beranggapan bahwa di situ pasti ada barang-barang berharga atau uang," katanya.

AKP Andryansyah mengatakan pelaku adalah seorang residivis. Pada tahun 2016 sudah pernah tersandung kasus yang sama di daerah Semarang. Di Klaten pelaku sudah melakukan dua kali pencurian di gereja wilayah Delanggu. Namun, pihak gereja tidak melapor ke pihak kepolisian.

Polisi menjerat pelaku HS dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun. []

dilihat : 51 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution