Rabu, 22 Januari 2020 07:45:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 346
Total pengunjung : 19642
Hits hari ini : 1258
Total hits : 577461
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -OJK Minta Masyarakat Mewaspadai Perusahaan Investasi Bodong






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 11 Januari 2020 08:05:29
OJK Minta Masyarakat Mewaspadai Perusahaan Investasi Bodong

Surabaya,pustakalewi.com - Terbongkarnya lagi kasus investasi bodong yang dilakukan perusahaan investasi ilegal MeMiles menjadi perhatian tersendiri dari Otoritas Jasa Keuangan.

Kepala Otoritas Kasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, meminta pada masyarakat untuk mewaspadai lembaga investasi ilegal. Menurutnya, ada banyak lembaga yang ilegal dengan memberikan iming-iming pendapatan atau hasil yang tidak wajar.

"OJK selalu mengingatkan selalu waspada penawaran investasi uang yang memberikan hasil tidak wajar. Pentingnya cek dan ricek dibutuhkan pada pihak berwenang. Masyatakat harus paham kira-kira memberikan hasil yang tidak masuk akal ya sebaiknya tidak," kata Heru Cahyono saat ditemui di Mapolda Jatim, Jumat (10/1).

OJK, kata Heru, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi, untuk menindak entitas investasi yang tak berizin. Jika masyarakat mendapati investasi mencurigakan bisa melaporkannya di Satgas yang dibentuk.

"Seandanya ada pihak-pihak yang menawarkan investasi tapi mencurigakan laporkan. Kami akan melakukan koordinasi, modusnya biasanya semacam piramida itu perlu diwaspadai. Semacam member to member," terangnya.

Sejak 2007, total kerugian yang disebabkan oleh investasi bodong atau ilegal cukup besar. Diperkirakan total kerugian dari 2007 hingga tahun 2018 mencapai Rp 106 triliun.

Terkait investasi ilegal MeMiles, OJK Regional 4 Jawa Timur memastikan investasi yang dikelola PT Kam And Kam tidak mempunyai izin. Investasi dengan cara Top Up ini Sudah ditutup pada bulan Agustus lalu.

"Sebetulnya MeMiles ini sudah ditutup ya berdasarkan pres rilis bulan Agustus. Itu berarti kan tidak mempunyai izin. Jadi kepada masyarakat jika ada penawaran-penawaran tentunya harus dicek dulu," pungkasnya.info/red

dilihat : 24 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution