Rabu, 22 Januari 2020 07:46:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 346
Total pengunjung : 19642
Hits hari ini : 1265
Total hits : 577468
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Reny Pramana Berharap Adanya Pemerataan Dokter Spesialis di Wilayah Kepulauan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 08 Januari 2020 19:05:55
Reny Pramana Berharap Adanya Pemerataan Dokter Spesialis di Wilayah Kepulauan

Surabaya - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim berharap adanya pemerataan dokter spesialis di beberapa rumah sakit daerah khususnya di rumah sakit di kepulauan atau daerah terpencil. Hal ini agar peristiwa di kejadian di Bawean Gresik tidak terjadi lagi kedepannya di Jatim.

“Kabar meninggalnya bayi dalam kandungan yang harus operasi cesar tapi tak tertolong karena tak ada dokter spesialis di kepulauan Bawean mengundang keprihatinan kami. Ini masalah kelahiran manusia merupakan tugas utama kita semua,”ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana, Rabu (8/1).

Wara yang juga politisi asal fraksi Partai PDI Perjuangan, ini mengatakan peristiwa tersebut merupakan pelajaran bagi semua pihak khususnya Pemprov Jatim dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah.

“Diakui Jatim saat ini kurang dokter spesialis. Oleh sebab itu di tahun 2020 ini kami berharap Pemprov dalam rekrutmen pegawai difokuskan untuk posisi dokter spesialis untuk penempatan di daerah,”jelas wara yang juga mantan Ketua DPRD Kediri Kota.

Diterangkan oleh wanita yang akrab dipanggil bunda Reni ini, Pemprov Jatim harus bisa ambil kebijakan jika kabupaten tidak bisa mewadahi. “ Harus ada koordinasi antara Pemprov Jatim atau pemerintah setempat untuk pengadaan dokter spesialis didaerah khususnya untuk di wilayah kepulauan,”paparnya.

Ditambahkan oleh Reni, selain dokter spesialis, juga perlu adanya pengadaan peralatan dirumah sakit di daerah. “Perlu ada pengadaan bertahap untuk pengadaan peralatan kesehatan di rumah sakit di daerah. Bagaimanapun juga harus dipenuhi guna memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat,”pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr. Herlin Ferliana mengakui bahwa saat ini di Jatim mengalami krisis dokter spesialis yang ditempat di kepulauan. “ Saya sebelumnya mengucapkan keprihatinan atas meninggalnya bayi di dalam kandungan yang tak bisa dioperasi di salah satu rumah sakit di kepulauan Bawean karena tak ada dokter spesialis. Di Jatim sendiri saat ini krisis dokter spesialis untuk ditempatkan di kepulauan salah satunya di Bawean,”jelasnya.

Dikatakannya, Pemprov Jatim sendiri akan mulai melakukan penempatan dokter spesialis di rumah sakit kepulauan akan diberlakukan pada bulan Februari 2020 ini. “Ini program dari bu gubernur Khofifah dimana nantinya dokter spesialis harus wajib kerja selama 1 tahun untuk mau ditempatkan di kepulauan,”jelasnya.

Diungkapkan oleh Herlin juga, tak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota se Jatim yang memiliki daerah kepulauan untuk menyediakan dokter.

Pelayanan kesehatan di Pulau Bawean yang merupakan pulau terluar Kabupaten Gresik kembali menyengsarakan warga. Setelah kabar penolakan karena tidak adanya dokter spesialis anak, kali ini pasien ibu melahirkan telah kehilangan bayinya saat masih di dalam kandungan.

Mirisnya lagi, bayi dari Ernawati (24), warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura tersebut masih belum bisa dikeluarkan hingga sekarang sekarang. Sebab dokter yang menangani tidak ada.info/red

dilihat : 38 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution