Rabu, 22 Januari 2020 07:43:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 345
Total pengunjung : 19641
Hits hari ini : 1232
Total hits : 577435
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polda Jatim Berhasil Ungkap Investasi Ilegal Rp 750 Miliar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 03 Januari 2020 18:15:49
Polda Jatim Berhasil Ungkap Investasi Ilegal Rp 750 Miliar
Surabaya - Polda Jatim melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus berhasil mengungkap kasus investasi ilegal dengam omset mencapai Rp 750 miliar. Bisnis investasi yang dijalankan dua tersangka warga Jakarta berinisial KTM (47 tahun) dan FS (52) itu baru dijalankan delapan bulan.

"Totalnya nilai dari investasi abal-abal ini sudah mengapai Rp 750 miliar dari bisnis yang dijalani selama delapan bulan. Kami baru mengamankan uang tunai Rp50 miliar dari salah satu bank. Ada juga 18 unit mobil yang kami sita. Aneka barang lainnya seperti kulkas dan televisi ada juga satu gudang," jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (3/1).

Kapolda mengatakan, tersangka pernah terlibat kasus sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya. Dia menjelaskan, investasi ilegal itu dijalankan tersangka dengan menggunakan PT Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu, tanpa mengantongi izin.

Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan, dengan cara bergabung di aplikasi memiles. "Mereka (tersangka) sudah memiliki 264 ribu anggota dari selama delapan bulan, dengan omzet senilai hampir Rp750 miliar," ujar Luki.

Setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top up itulah anggota memperoleh bonus bernilai fantastik.

Anggota banyak tergiur karena bonus yang dijanjikan oleh tersangka. Bayangkan saja, papar Luki, dengan hanya menyetor Rp50 juta, anggota bisa memperoleh mobil seharga di atas Rp100 juta. "Dalam mengusut kasus ini kami bekerjasama dengan pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.

Sementara ini, polisi menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp50 miliar, delapan belas unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Luki mengatakan, tersangka menjanjikan akan menyerahkan lagi uang tunai Rp70 miliar pada minggu depan. Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota dan akan ditarik Polda Jatim.hms/info

dilihat : 16 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution