Senin, 20 Januari 2020 08:01:41 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 442
Total pengunjung : 18218
Hits hari ini : 2132
Total hits : 565637
Pengunjung Online : 13
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Komit Melestarikan Alam Artotel Gandeng World Wide Fund for Nature






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 November 2019 08:08:25
Komit Melestarikan Alam Artotel Gandeng World Wide Fund for Nature

Surabaya,pustakalewi.com - Artotel Group resmi berkomitmen menjaga kelestarian alam melalui signing blue.

Program ini merupakan inisiatif World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia yang mewadahi para pelaku wisata dan wisatawan untuk mewujudkan pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Eggy Rigata, General Manager Artotel Surabaya menyampaikan, salah satu program yang sedang dijalankan yakni mendaur ulang kain linen hotel yang tidak terpakai.

"Seluruh hotel naungan Artotel Group mengumpulkan kain linen yang sudah tidak digunakan untuk didaur ulang menjadi totte-bag atau tas belanja," ungkapnya, Kamis (28/11).

Nantinya, lanjut Eggy, tas tersebut akan dijual dan hasil penjualan akan diberikan kepada instansi yang peduli dan aktif terhadap kegiatan pelestarian lingkungan.

"Artotel Surabaya telah mengirimkan 20 linen," tuturnya.

Selain itu, Artotel Surabaya juga mengurangi penggunaan sampah plastik, terlebih yang sekali pakai.

"Untuk botol air mineral misalnya, kami ganti ke bahan yang lain. Di restoran kami juga mulai mengurangi sedotan plastik. Nantinya, akan diganti dengan sedotan kertas. Pelan-pelan, kami ingin mengedukasi masyarakat," paparnya.

Ia melihat, penggunaan barang sekali pakai, khsususnya plastik, masih banyak di Surabaya. Ia pun berharap Artotel Surabaya bisa mengawali sebagai hotel yang peduli terhadap hal ini.

"Kami berharap Artotel Group bisa menjadi pariwisata yang bersih dan nyaman, jauh dari sampah plastik. Hal ini juga diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan para tamu," tandasnya.

Sementara Debrina Winarko dari unit program Signing Blue WWF Indonesia menyampaikan, Artotel Group telah menjadi koorporasi yang tidak hanya mengkampanyekan lingkungan, melainkan juga berkomitmen menjadi pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

"Signing Blue ini berupa sertifikasi. Nanti akan ada penilaian sudah sejauh mana, kali ini Artotel Surabaya, menerapkan tiga aspek yang berkelanjutan," ungkapnya.

"Yakni biodiversity, ecological footprint, sosial budaya, dan efektivitas manajemen. Biodiversity misalnya bagaiman interaksinya kepada satwa. Sementara ecological footprint misalnya pengolahan energi dan limbah," papar Debriana.

Kemudian, lanjutnya, sosial budaya, contohnya bagaimana memberi wadah bagi masyarakat lokal seperti memamerkan karyanya.

"Sementara efektivitas manajemen berhubungan dengan operasional perusahaan," katanya.

Debrina pun mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Sampah, ungkapnya, merupakan masalah bersama.

"Kebanyakan sampah masuk ke laut. Dampaknya tidak hanya ke pulau yang membuang sampah, melainkan juga pulau-pulau lainnya. Selain itu, sampah plastik juga tidak terolah secara baik. Nantinya, juga akan berdampak kepada sumber hayati, dalam hal ini yakni laut. Kita temukan banyak kasus sampah plastik di tubuh biota laut," pungkasnya.pr/red

dilihat : 68 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution