Kamis, 23 Januari 2020 19:23:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 543
Total pengunjung : 20527
Hits hari ini : 3974
Total hits : 584372
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Walikota Risma Resmikan Museum Pendidikan Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 26 November 2019 08:08:28
Walikota Risma Resmikan Museum Pendidikan Surabaya

Surabaya - Tepat di Hari Guru Nasional, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan sekaligus membuka Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali, Senin (25/1).

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan melati di pintu masuk Museum Pendidikan. Saat itu, Risma berkeliling menyaksikan 860 koleksi di museum baru tersebut. Satu per satu ruangan eks Taman Siswa itu dilihat, bahkan, tak jarang ia memegang beberapa koleksi museum sembari mengingat masa lalunya.

Pada kesempatan itu, ,Risma mengatakan, gedung eks Taman Siswa itu sudah ditaksir sejak lama untuk dijadikan museum. Bahkan, ia memastikan, tidak ada satu pun yang diubah dari bentuk aslinya, yang dilakukan pemkot hanya memperbaiki. Oleh sebab itu, ia bersyukur tempat ini menjadi milik pemkot dan dikelola menjadi Museum Pendidikan.

“Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya. Dengan dibantu Direktorat Jendral Kekayaan Negara, tanah bekas asing Cina ini sekarang sudah bisa dikelola pemkot. Saya ingin anak-anak tahu betapa beratnya pendidikan pada masa itu,” tutur Risma

Dengan adanya museum ini, dia mengaku ingin memberikan tonggak kepada anak-anak generasi milenial bahwa pendidikan pada masa itu sangatlah berat. Itu lah alasan mengapa Museum Pendidikan ini dibuat. Tujuan utamanya memang untuk mengerti perjuangan para pendahulu dalam menuntut ilmu yang dapat terekam dari benda-benda bersejarah itu.

“Kalau mereka tahu perjuangan zaman dahulu, maka anak-anak kita akan berjuang menggapai cita-citanya tanpa kenal putus asa dan tidak mengeluh,” lanjut dia.

Untuk koleksi, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menjelaskan sebanyak 860 koleksi di pajang di museum itu. Mulai dari pendidikan masa lampau sampai pendidikan masa kini. Bahkan, dalam memperoleh barang kuno itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hunting dari berbagai tempat di berbagai kota.

“Hunting koleksi dari berbagai daerah. Beberapa dari koleksi itu ada yang kita dapatkan dari Yogyakarta,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Risma, meskipun koleksi Museum Pendidikan itu belum lengkap, namun dia berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi isi dari museum itu. “Ini belum lengkap memang. Tapi kami masih terus berusaha untuk melengkapinya,” paparnya.

Dari semua itu, wali kota yang juga menjabat Presiden United Cities and Local Government (UCLG) – Asia Pasific ini berharap nantinya anak-anak Surabaya dapat bersaing tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga di tingkat dunia.“Makanya, mereka itu kita siapkan supaya tidak jadi penonton, karena itu kita persiapkan dengan betul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan proses pengerjaan museum ini kurang lebih sekitar 4-5 bulan. Sebab, pembenahan bangunan kuno ini perlu banyak diskusi dengan tim cagar budaya agar tidak merusak esensi dari bangunan aslinya. “Perlu ada diskusi mendalam dengan cagar budaya agar bentuk bangunannya tidak berubah,” ujarnya.

Antiek memastikan bahwa Museum Pendidikan itu dibuka setiap hari untuk umum dan tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. “Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari dari pagi pukul 08.00 – 16.00 WIB. Masuknya free tanpa biaya sepeser pun,” pungkasnya.info/red

dilihat : 43 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution