Minggu, 16 Agustus 2020 00:12:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 23
Total pengunjung : 191776
Hits hari ini : 64
Total hits : 2038825
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Puluhan Mahasiswa Unair Kunjungi Makam Kehormatan Belanda Kembang Kuning




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 25 November 2019 08:08:20
Puluhan Mahasiswa Unair Kunjungi Makam Kehormatan Belanda Kembang Kuning

Surabaya,pustakalewi.com - Mengenang akan sejarah melalui jalan-jalan di Taman Kehormatan Kembang Kuning memiliki kekuatan makna yang sangat mendalam. Bersama dengan Mahasiswa departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya(FIB) Airlangga dan De Indo Club mengadakan ajang sana ke makam kehormatan kembang Kuning. ke 26 mahasiswa dan perwakilan dari De Indo Club ini sangat senang sekali karena pada waktu itu, mereka di temui langsung oleh Ketua Yayasan Makam Kehormatan Belanda, Robbert Van de Ridjt.

Dalam kesempatan itu Robert mengajak semua yang datang untuk melihat dan memahami arti dari sejarah dari makam tersebut. Mereka diajak untuk menanam abu dari arwah dari anak yang menjadi korbang perang yang menginginkan dikubur bersama dengan Ibunya. Peristiwa yang menghanyutkan ini berlangsung dalam beberapa saat dengan menundukan kepala dan memberikan penghormatan terakhir sebelum ditanam dekat pusara Ibunya.

Perjalanan dilanjutkan ke monument Laksamana Karl Doorman. disni para pengunjung ditunjukan dari gambar dari Karl Doorman dan semangat yang selalu diberikan kepada semua tentaranya yakni "Saya menyerang ikuti saya," Monument yang terletak ditengah-tengah makam ini sangat mengisyaratkan tentang sebersit kisah dari perjuangan Karl Doorman. Disini para mahasiswa diberikan penjelasan gambalang tentang peristiwa 27 Februari 1942 tentang penyerangan yang dilakukan oleh tentara Jepang kepada tentara Angkatan Laut Belanda.

Peristiwa yang disebut dengan pertempuran laut Jawa ini membuat seluruh angkatan laut Belanda mengenangnya dan mengingat akan keberanian dari para pendahulu mereka di medan pertempuran. Walhasil, 915 nyawa hilang tanpa mengenal dimana keberadaan mereka pada waktu ini.

Tentara yang terdiri dari Bangsa Belanda dan Indonesia yang berperang di 3 Kapal HS Mr Koetner, HMS Mr Java, dan HMS Mr Kotenaer untuk mencegat serangan dari tentara Jepang. namun nasib yang kurang beruntung dialami oleh Karl Doorman dan para tentara Angkatan Laut Belanda. Mereka ditenggelamkan di sekitar laut Bawean dan Laut Jawa. dan sampai saat ini jasad dari pada mereka tidak ditemukan. di belakang monumen dari Karl Doorman didapati para prajurit Angkatan Laut yang gugur di pertempuran laut Jawa dengan pangkat yang disematkan oleh prajurit tersebut.selanjutnya, perjalanan makam kehormatanpun dijelaskan oleh Pak Robbert ini juga campur orang-orangnya yang memiliki sejarah perang di Indonesia atau orang-orang sipil yang memiliki kaitan sejarah perang ditahun 1942-1945 dengan berbagai macam nisan yang ada didalam nama-nama mereka, agama, dan status.

Setelah itu, dilanjutkan, ke tempat pembuatan nisan bagi para pahlawan, keluarga ataupun warga sipil yang meninggal. Untuk pembuatan nisan itupun harus diperkerjakan dengan secara hati-hati dan baik. Mulai dari proses pembuatan ukiran dari kayu yang bagus, dan kemudian pengecatan, dan penulisan nama sehingga dapat teridentifikasi dengan baik bagi para pengunjung dan satu hari saja dapat diselesaikan 5 nisan itupun bergantung daripada nama dan rangking yang dikerjakan. sebuah proses yang persis dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi dari para pekerjanya.

Setelah menikmati perjalanan di Taman Makam Kehormatan, Robbert sangat senang sekali dengan kunjungan mahasiswa UNAIR khususnya dari departemen Ilmu Sejarah. Iapun menghimbau kepada masyarakat ramai dapat mengenang dan merawat apa yang telah diperjuangkan oleh tentara yang berjuang.

"Saya sanagat senang sekali dengan kunjungan dari mahasiswa yang datang kesini dan pesan yang dibuat disini adalah bukan karena orang belanda yang miskin. tetapi kita melihat hasil daripada perang. kita jangan lupa akan sejarah dan tetap selalu menatap kedepan. Jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama daripada perang,"tuturnya bahwa Taman Makam Kehormatan ini terbuka 7 hari dalam 1 minggu dan pada hari dan jam kerja mulai pukul 7 sampai dengan pukul 17.00 sore.

Sementara itu Eka Nurul Farida,Koordinator alumni Mahasiswa Ilmu Sejarah, berpendapat setelah keliling di makam ini ada sebuah share history yang membuat semua orang untuk mengenang masa lalu untuk mempelajari hal-hal masa lalu serta jangan lupa akan sejarah. pun melihat akan masa lalu dan ada baiknya kita jangan kehilangan identitas sehingga berakibat kehilangan sejarah.

Dari de Indo Club, Opa Edy Samson memberikan semangat bagi generasi muda untuk tetap teruskan perjuangan dan penghormatan kepada pahlawan lewat kunjungan ke Taman Makam Kehormatan. beliau mengucapkan terimakasih untuk Pemerintah Belanda yang tetap membuka ruang untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan Mahasiswa sebagai generasi muda dalam sejarah." saya menyampaikan pesan untuk generasi muda untuk tetap terus meneruskan perjuangan dan mengenang jasa dari para pahlawan yang telah gugur baik itu dari kedua negara Indonesia dan Belanda. selanjutnya saya mengucapkan terimakasih untuk pemerintah Belanda yang selalu memberikan kesempatan untuk para generasi muda ini dapat belajar mengenai sejarah di Taman Kehormatan ini,"ungkap sejarahwan Kota Surabaya yang pernah mendedikasi dirinya 2 periode dalam team Cagar Budaya PEMKOT Surabaya.(Pet)

dilihat : 259 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution