Jum'at, 24 Januari 2020 17:10:35 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 534
Total pengunjung : 21163
Hits hari ini : 3713
Total hits : 588965
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Makam Kehormatan Belanda Jadi Saksi Keberadaan Belanda di Indonesia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 20 November 2019 11:08:48
Makam Kehormatan Belanda Jadi Saksi Keberadaan Belanda di Indonesia

Surabaya,pustakalewi.com - Perang menghasilkan banyak dampak negative. Banyak korban yang jatuh tidak hanya dari tentara, tetapi anak-anak, laki-laki, dan perempuan nyawanya melayang akibat perang. Itu sebabnya melalui berdiskusi, pertemuan dan lainnya maka peperangan dapat diantisipasi sejak dini dalam mengembangkan hubungan baik antar negara. Khususnya Permerintah Belanda dan Indonesia yang mempunyai kenangan sejarah yang mendalam.

Robert Van de Rijdt, Direktur Yayasan Makam Kehormatan Belanda hadir memamparkan berbagai hal tentang Taman kehormatan Belanda.“Indonesia ada 7 taman makam Kehormatan Belanda masing-masing berada di Menteng Pulo (Jakarta), Ancol (Jakarta), Pandu (Bandung), Leuwigajah (Cimahi), Kalibanteng (Semarang), Candi (Semarang), dan terakhir Kembang Kuning (Surabaya),”tutur Robert yang mengatakan ada 25. 000 korban perang dimakamkan di Tujuh makam Kehormatan.

Semangat dalam menunjukan Kesemua makam kehormatan ini memiliki tujuan agar kita dapat mengambil langkah yang tidak salah langkah dalam bertindak untuk mengadakan peperangan tetapi dengan bijak untuk menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dengan cara elegan.”Tujuan dari kedatangan hari ini adalah secara mendasar untuk mengundang anak-anak muda dan orang Indonesia untuk menunjukan hasil dari perang yang memprihatinkan.

“Dan banyak dihasilkan dari peperangan di jaman Jepang dimana banyak jiwa-jiwa yang melayang mulai pria, wanita, dan anak-anak yang meninggal dalam peperangan itu. Oleh karenanya dengan diskusi ini kita mempunyai kepatutan moral untuk menjaga dan merawat kebersamaan dari sikap para pahlawan ini baik dari Indonesia dan Belanda. Pun juga menghormati apapun yang telah dilakukan oleh mereka pada masa itu,”kata Robbert dalam Cross Cultural Understanding Talk di Universitas Widya Kartika Selasa(19/11).

“Sebagai pesan adalah mereka yang meninggal ini juga dapat dikenang dan dihormati baik di keluarga Belanda dan Indonesia. Dan sisi yang paling penting untuk kita mengambil langkah –langkah –langkah diplomatis dalam mengambil keputusan sebelum mengambil langkah untuk perang,”imbuh Robert.

Lebih jauh, Robert sangat terkesan, banyak generasi milenial yang banyak datang ke Taman Kehormatan. Mereka dari berbagai macam kalangan mulai dari anak-anak SD, sampai dengan orang-orang muda dan jumlahnya selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.”Banyak anak-anak muda, dan orang –orang Indonesia yang datang ke Taman kehormatan. Dan tahun ini bisa tembus 18.000 orang yang datang di taman kehormatan Belanda,”lanjut Robbert.

Robert juga menyemangati siapapun juga boleh datang ke Taman Makam Kehormatan Belanda dan pintu selalu terbuka bagi mereka yang ingin mengunjunginya yang berada di Indonesia, “Kami sangat terbuka untuk menerima kehadiran daripada semua komunitas. Komunitas apa saja silahkan datang dan kami free of charge (gratis) dan terbuka untuk publik dari jam 07.00 hingga jam 17.00 setiap hari kerja,”lugas Robbert.

Sementara itu dari pihak Universitas Widya Kartika, Yulius Kurniawan, menyambut baik tentang pembelajaran dari diskusi pagi ini terkait tentang penghromatan bagi warganegara yang menjadi korban.

”Kegiatan ini sangat baik karena memberikan apresiasi dan penghormatan terhadap warganegara yang menjadi korban perang. Dan pelajaran penting yang dapat ditarik adalah menyelesaikan masalah dengan negosiasi, jangan dengan kekerasan. Yang kedua, adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa atau berpikir dengan matang,”semangat Yulius.(pet/red)

dilihat : 83 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution