Rabu, 22 Januari 2020 12:41:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 503
Total pengunjung : 19799
Hits hari ini : 2171
Total hits : 578374
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Oknum Pendeta Di Cianjur Diputus 9,6 Tahun Penjara Karena Berbuat Cabul






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 November 2019 08:05:37
Oknum Pendeta Di Cianjur Diputus 9,6 Tahun Penjara Karena Berbuat Cabul

Cianjur - Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Jawa Barat, menggelar sidang putusan terhadap oknum calon pendeta cabul, Timothy Luke Saputra, di Ruang Sidang Candra PN Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/11).

Oknum pendeta tersebut terbukti telah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada tujuh anak di bawah umur.

Informasi yang dirangkum, rangkaian sidang putusan kasus pencabulan tersebut dibacakan oleh Hakim ketua, Lusiana Amping, yang memimpin persidangan. Dalam bacaan putusan Lusiana menyatakan, bahwa terdakwa yang berprofesi sebagai pendeta, dengan dasar bukti dan pengakuan ke tujuh korban, menyatakan oknum pendeta terbukti melakukan perbuatan cabul.

“Oknum pendeta jelas terbukti bersalah dan divonis sembilan tahun enam bulan penjara dan denda subsider sebesar Rp 25 juta dengan dua bulan kurungan penjara serta membayar restitusi (ganti kerugian-red) yang perhitungannya dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Jakarta, sejumlah 50 juta rupiah,” jelas Lusiana.

Lanjut Lusiana, pihaknya memberikan waktu kepada kuasa hukum dan jaksa penuntut Umum (JPU) untuk menyatakan sikap terhadap vonis yang dijatuhkan.

“Bila dalam waktu tujuh hari ke depan tidak menyatakan sikap dan tidak melakukan banding, maka dianggap terdakwa menerima hasil putusan PN,” katanya

Sementara itu Kuasa hukum terdakwa Bernardo Batubara mengatakan, dalam proses putusan yang dibacakan, ia sebagai kuasa hukum menyerahkan keputusan seluruhnya kepada klien.

“Semua kita serahkan kepada kepala terdakwa, rencanan terdakwa masih pikir-pikir. Kita tunggu saja dari terdakwa apakah ada upaya banding atau tidak,” tandasnya.indo/red

dilihat : 55 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution