Senin, 20 Januari 2020 08:10:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 445
Total pengunjung : 18221
Hits hari ini : 2167
Total hits : 565672
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -ITS Dan Pemkot Surabaya Bersama Memutus Rantai Kemiskinan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 04 Agustus 2019 08:33:35
ITS Dan Pemkot Surabaya Bersama Memutus Rantai Kemiskinan

Surabaya,pustakalewi.com - Rantai kemiskinan yang masih ada di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Surabaya, memang harus segera diputuskan. Oleh karena itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bergerak bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan sejumlah dunia usaha berdiskusi untuk mengawali kerjasama sebuah program beasiswa guna memutus rantai kemiskinan tersebut di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat ITS, Jumat (2/8).

Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT menjelaskan bahwa salah satu cara untuk memotong garis kemiskinan yaitu dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

“Sehingga mereka nantinya bisa langsung mendapatkan pekerjaan dan dapat meningkatkan status sosial ekonomi keluarganya,” papar perempuan yang kerap disapa Risma ini.

Namun, lanjut Risma, masih banyak stigma yang beredar dalam masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tentu membutuhkan biaya yang besar. Mengatasi hal tersebut, Risma mengaku sampai mendatangi anak-anak yang sebenarnya secara akademik bagus tetapi tidak melanjutkan pendidikannya, dan ia pun membujuk mereka agar mau untuk melanjutkan pendidikannya.

Risma juga menjelaskan, saat ini telah banyak sekali program dari Pemkot Surabaya yang telah berhasil memutus rantai kemiskinan. Selain melalui program beasiswa pendidikan, terdapat juga pembinaan dalam hal start up atau kewirausahaan. “Bahkan saat ini, beberapa dari mereka omzetnya sudah mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap perempuan yang juga alumnus ITS tersebut.

Risma mengatakan, sebenarnya kualitas kerja dari anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu tersebut sangat luar biasa. “Mereka rajin, loyal, dan dapat membantu keluarganya atau lingkungannya,” tutur perempuan yang pernah diniobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Ketiga Sedunia ini.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menegaskan bahwa ITS mendukung penuh program beasiswa dari Pemkot Surabaya untuk siswa kurang mampu tersebut agar bisa berkuliah di ITS.

“Sebenarnya banyak sekali program di ITS yang bisa diikuti oleh mereka, mulai dari program vokasi atau sarjana terapan, sarjana, pelatihan atau sertifikasi, dan lain sebagainya,” ujar guru besar Teknik Elektro ini mengingatkan.

Selain dari pihak Pemkot Surabaya dan jajaran pimpinan ITS, diskusi ini juga mendatangkan beberapa perwakilan dari perusahaan yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya. Harapannya, perusahaan-perusahaan tersebut bisa menerima para lulusan program beasiswa dari Pemkot Surabaya ini sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.pr/red

dilihat : 24 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution