Kamis, 09 Juli 2020 23:41:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini : 608
Total pengunjung : 162559
Hits hari ini : 7186
Total hits : 1758355
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ini Alasan Orangtua Restui Pernikahan Bocah SMP dan SD di Musi Banyuasin




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 Juli 2019 08:08:15
Ini Alasan Orangtua Restui Pernikahan Bocah SMP dan SD di Musi Banyuasin

Palembang - Pernikahan, bocah kelas VI SD dan II SMP asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, heboh usai video pernikahannya tersebar di media sosial. Pihak keluarga mengaku memberi restu pernikahan tersebut agar tidak terjadi zina.

“Jadi sebenarnya dia (mempelai wanita) baru lulus SD, anak saya ini kelas 2 SMP,” terang orang tua mempelai laki-laki, Riki dikutif dari laman detik.com, Jumat (12/7/2019).

Dikatakan Riki, dia memberi restu pada putranya RG (14) untuk menikah dengan ML (14) agar tidak berbuat zina terlebih lagi keduanya telah lama dekat dan saling mencintai.

“Namanya orang tua, mereka cinta. Dari pada mereka berbuat tidak karuan, zina di luar dan menjadi omongan, lebih baik dinikahkan. Nikah secara agama, sudah sah,” kata Riki.

Riki mengaku tidak tahu sudah berapa lama keduanya berhubungan. Namun keduanya tiba-tiba datang minta untuk dinikahkan.

Keluarga pun lanjut Riki sepakat dan menikahkan keduanya, RG (14) dan ML (14) pada Kamis 11 Juli 2019 di rumah mempelai perempuan.

“Nikahnya di rumah perempuan, di Desa Ngulak 1. Aku jadi saksi, wali nikah juga bapaknya perempuan,” kata Riki dengan logat bahasa Sekayu.

Sebagai orang tua, Riki berharap anak dan menantunya bisa kembali sekolah. Namun dia akan berkonsultasi kepada pihak sekolah dan dinas terkait agar tidak putus sekolah karena menikah.

“Intinya ini permintaan anak, kami dari orang tua hanya memberi restu. Kalau untuk sekolahnya bagaimana, ya kami akan datang ke sekolah, kalau bisa dia tetap sekolah ya sekolah,” pungkasnya. (CR-2)

dilihat : 117 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution