Senin, 16 Desember 2019 18:07:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 54
Total pengunjung : 2387
Hits hari ini : 451
Total hits : 385198
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -KADIN Surabaya Sambut Baik Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 12 Juli 2019 08:11:18
KADIN Surabaya Sambut Baik Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019

Surabaya - Peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian khusus Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019, salah satu bukti nyata keseriusannya.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 mengatur pemberian insentif super deduction sebesar 200% bagi pelaku usaha dan pelaku industri yang melakukan kegiatan vokasi.

Selain insentif super deduction untuk kegiatan vokasi, dalam PP tersebut juga diatur kebijakan insentif super deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan sebesar 300%.

Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) menyambuat baik perihal diterbikannya PP nomor 45 Tahun 2019 tersebut oleh Pemerintah. Analisis Dr Ir Jamhadi MBA, Ketua KADIN Kota Surabaya yang juga Tim Ahli KADIN Jawa Timur, menyebutkan bahwa penerapan PP nomor 45 tahun 2019 ini mampu meningkatkan produktivitas di Indonesia.

"Produktivitas Indonesia di dunia berada di peringkat kelima. PP nomor 45 tahun 2019 akan mampu mendorong peningkatan produktivitas," ujar Jamhadi.

Alasannya disampaikan Jamhadi karena produktivitas bisa meningkat disebabkan alumni pendidikan vokasi yang lebih spesifik. Contohnya, perusahaan atau industri yang perlu engineering di pendidikan vokasi ada jurusan desain. Contoh lain ialah industri yang melibatkan mesin di pendidikan vokasi ada jurusan mesin.

Demikan pula dengan industri fashion, bisa berkolaborasi dengan sekolah yang menghasilkan jurusan mode atau tata busana.

"Sudah saatnya kita gunakan produk spesifik vokasional industri. Pengangguran banyak dari vokasi karena industri tidak mengerti adanya lulusan vokasi yang spesifik itu," ujar Jamhadi, Direktur PT Tata Bumi Raya Group ini.

Jamhadi mengimbau kepala sekolah untuk datang KADIN Surabaya atau bisa ke KADIN Jawa Timur untuk mempertemukan lulusan di sekolahnya dengan pihak industri.

"Kami siap menjembatani kepala sekolah agar lulusannya bisa terserap industri sesuai spesifikasi jurusannya," demikian kata Jamhadi yang digadang jadi calon Wali Kota Surabaya periode 2020 - 2025 ini.k9/red

dilihat : 47 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution