Senin, 16 Desember 2019 16:57:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 48
Total pengunjung : 2381
Hits hari ini : 315
Total hits : 385062
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono Komitmen Berantas Narkoba






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 28 Juni 2019 08:08:36
Polda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono Komitmen Berantas Narkoba

Pontianak - Memerangi bahaya narkoba bukan hanya sebatas slogan. Tapi, musti semua pihak sadar akan dampaknya. Karna, narkoba merusak generasi bangsa. Hal itu diungkapkan, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol, Didi Haryono dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) di Pendopo Gubernur, Rabu (26/6/2019.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan data soal peredaran narkoba dan pengungkapan kasus yang sudah berhasil diungkap Polda Kalbar dan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Penyalahgunaan narkotika jenis baru atau new pschoactive substances (NPS) setiap tahun terus bertambah,” ungkap Kapolda Kalbar.

Berdasarkan data yang bersumber dari berbagai negara, terdapat 803 narkotika jenis baru di dunia dan 73 diantaranya sudah beredar di Indonesia. Dari 74 NPS tersebut 66 sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI, 8 lagi masih belum. “Sebagai daerah berbatasan dengan Malaysia, menjadikan Kalbar memiliki potensi rawan terhadap peredaran masuknya narkoba. Terdapat 5 Kabupaten yang berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia,” ujarnya.

Dikatakan Kapoldda, ada 14 Kecamatan, 95 Desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Sementara, Jalan illegal ada 52 yang menghubungkan 55 Desa dengan 2 kampung di Serawak, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung dikemas dengan tema Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas, semua yang hadir pada kegiatan ini pasti mempunyai komitmen yang sama untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia khususnya generasi millennial.

“Data di Kalbar bahwa 24.560 pelajar pada tahun 2018 pernah menyalahgunakan narkoba dan 23.032 pekerja juga pernah penyalahgunaan narkoba. Polda Kalbar sendiri pada tahun 2019 sudah mengungkap 310 kasus dengan melibatkan 442 tersangka. Jika dibandingkan dengan tahun 2018 periode Januari sampai dengan Juni maka mengalami penurunan sebanyak 21 persen,” terangnya.

Kapolda Kalbar juga mengingatkan, peran orangtua berpengaruh besar terhadap anak anaknya agar tidak terpengaruh dan terlibat penyalahgunaan narkoba. “Mari kita terus gelorakan kegiatan kegiatan yang produktif dan konstruktif. Kita jadikan Kalimantan Barat ini zero narkoba dan bisa menjadi Provinsi yang maju, semakin mampu bersaing dan unggul di setiap aspek pembangunan,” ajak Kapolda Kalbar.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalbar, Pangdam XII TPR, Danlantamal XII Pontianan, Danlanud Supadio Pontianak, Kepala BNNP Kalbar, Kajati Kalbar, Ketua KONI Kalbar dan Tamu undangan. Acara diakhiri penyerahan piagam penghargaan dari BNN yang diserahkan Gubernur dan Kapolda kepada stakeholder serta personel yang berprestasi. (PK/As)

dilihat : 32 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution