Kamis, 26 November 2020 22:20:40 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pendeta Gereja Sri Lanka Lepas Pengampunan Bagi Pelaku Bom




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 01 Mei 2019 14:05:49
Pendeta Gereja Sri Lanka Lepas Pengampunan Bagi Pelaku Bom

Kolombo - Delapan ledakan bom mengguncang Sri Lanka pada Minggu Paskah, menewaskan 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Serangan bom terjadi di sejumlah gereja dan hotel mewah. Salah satu gereja yang menjadi sasaran serangan adalah Gereja Sion di Batticaloa, menewaskan 28 orang dan melukai sekitar 70 orang lainnya.

Pendeta senior Gereja Sion Batticaloa, Roshan Mahesen, menyampaikan pesan kepada para pelaku pemboman, tidak hanya yang menyerang gereja tempatnya, melainkan juga di lima lokasi ledakan lainnya.

"Kami terluka. Kami juga marah, tetapi sebagai pendeta senior di Gereja Sion Batticaloa, seluruh jemaat, dan setiap keluarga yang terdampak, kami sampaikan kepada pelaku pemboman bunuh diri dan juga kelompok yang mengirim mereka, bahwa kami mencintaimu dan kami memaafkanmu," kata Mahesen.

Pendeta Mahesen sedang berada di Norwegia saat insiden ledakan terjadi dan dia mengaku sangat sedih atas serangan yang menewaskan banyak jemaat tersebut.

Gereja Sion di Batticaloa menjadi satu dari tiga gereja yang diserang oleh pelaku bunuh diri pada Minggu Paskah (21/4/2019). Dua gereja lain yang juga menjadi sasaran serangan yakni Gereja St Anthony di Colombo dan Gereja St Sebastian di Negombo.

Selain ketiga gereja yang sedang menggelar perayaan Paskah, serangan bom juga terjadi di tiga hotel mewah di Colombo, yakni Hotel Kingsbury, Hotel Shangri-La, dan Hotel Grand Cinnamon.

Sebelumnya diberitakan, Uskup Agung Colombo Kardinal Malcolm Ranjith meminta agar gereja-gereja Katolik di Sri Lanka untuk tidak dulu menggelar misa.

Diwartakan The Guardian, imbauan itu disampaikan Ranjith hingga aparat keamanan bisa memberikan jaminan keselamatan kepada umat Katolik untuk beribadah ke gereja.kmp/red

dilihat : 160 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution