Senin, 21 Januari 2019 07:28:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 129
Total pengunjung : 463284
Hits hari ini : 579
Total hits : 4255674
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polisi Kembali Limpahkan Berkas Hoax Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 Januari 2019 08:02:21
Polisi Kembali Limpahkan Berkas Hoax Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI

Jakarta - Polisi kembali melimpahkan berkas kasus hoax tersangka aktifis perempuan, Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI setelah sebelumnya pada 24 November 2018 lalu dikembalikan untuk dilakukan perbaikan pihak Kepolisian, Kamis (10/1/2019).

“Memang ada beberapa item yang harus ditambahkan namun tidak ada penambahan barang bukti,” kata Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Nico Purba di Polda Metro Jaya.

Dikatakan Nico, salah satu saksi yang kembali dimintai keterangannya yakni, kerabat Ratna, Rocky Gerung. Rocky pernah mengunggah tulisannya terkait kebohongan Ratna di akun media sosialnya.

“Jadi totalnya ada 20-an poin perbaikan baik secara formal maupun materil mengikuti aturan hukum dan sesuai prosedur. Selanjutnya polisi juga kembali memperpanjang masa penahanan Ratna sampai berkasnya naik ke Pengadilan,” jelasnya.

“Sudah kita lakukan untuk perpanjangan sampai dengan tanggal 1 Februari 2019. Kami sendiri yakin perkara ini sebelum habis masa penahanan 1 Februari akan P21,” ungkap Nico.

Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung.

Ratna baru belakangan memberi pernyataan bahwa kabar dirinya dipukuli itu bohong. Ratna mengatakan, wajahnya lebam karena menjalani operasi plastik.

Atas kebohongan publik itu Ratna dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, tim penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara Ratna ke Kejaksaan Tinggi pada 8 November 2018. Ada 32 BAP tersangka dan saksi ahli, 63 barang bukti. Dirasa kurang lengkap, pihak Kejaksaan mengembalikan lagi berkas perkara Ratna Sarumpaet. (Yon/BJ)

dilihat : 25 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution