Senin, 24 Juni 2019 23:39:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 318
Total pengunjung : 516487
Hits hari ini : 3622
Total hits : 4742886
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kejagung Tetapkan 6 Tersangka Pembelian Lahan Batubara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 Januari 2019 17:05:26
Kejagung Tetapkan 6 Tersangka Pembelian Lahan Batubara

Jakarta - Tim Peyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 Ha dengan cara membeli saham pemilik tambang PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR) anak dari perusahaan PT. Antam.

Ke-6 orang tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 4 Januari 2019 dengan inisial BM Direktur Utama PT. Indonesia Coal Resources, MT, Pemilik PT. RGSR atau Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa. Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri Selasa (8/1/2019).

Dijelaskan Mukri, Direktur Utama PT. Indonesia Coal Resources (PT. ICR) bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (PT.TMI) selaku Kontraktor dan Komisaris PT.Tamarona Mas International (PT.TMI) telah menerima penawaran penjualan atau pengambilalihan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) batubara atas nama PT. Tamarona Mas International seluas 400 Ha.

“Dengan rincian, IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP seluas 201 Ha, kemudian diajukan permohonan persetujuan pengambilalihan IUP OP seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada Komisaris PT. ICR melalui surat Nomor: 190/EXT-PD/XI/2010 tanggal 18 November 2010 kepada Komisaris Utama PT. ICR perihal Rencana Akuisisi PT. TMI dan disetujui dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT.TMI,” katanya.

Namun sambung Mukri, dalam kenyataan PT. TMI mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 Ha sesuai surat Nomor: TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010 perihal Permohonan Perubahan Kepemilikan IUP Ekplorasi seluas 201 Ha dari PT. TMI kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT. CTSP) yang merupakan tindakan bertentangan dengan persetujuan rencana akuisisi PT. TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT. ICR.

“Asset property PT. TMI yang menjadi objek akuisisi adalah IUP yang sudah ditingkatkan menjadi Operasi Produksi sesuai dengan surat Nomor:034/Komisaris/XI/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT.TMI Laporan Penilaian Properti atau Aset Nomor File: KJPP-PS/Val/XII/2010/057 tanggal 30 Desember 2010 Laporan Legal Due Deligence dalam rangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010,” ungkapnya.

Perbuatan para tersangka tambah Mukri, mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp91,500 miliar. “Para Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkasnya. (Bang/Bj)

dilihat : 433 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution