Minggu, 09 Desember 2018 19:15:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 207
Total pengunjung : 448463
Hits hari ini : 2664
Total hits : 4134032
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Haknya Dihapus, Fransiska Polisikan Pewaris Pendiri Astra Internasional






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 Oktober 2018 03:50:08
Haknya Dihapus, Fransiska Polisikan Pewaris Pendiri Astra Internasional

Jakarta - Istri pengusaha Erward Soeryadjaya, Fransiska Kumalawati Susilo terpaksa mengambil langkah hukum terkait pelepasan haknya selaku istri sah bersama anak laki-lakinya bernama, Augusta George Laksamana Saputra Soeryadjaya. Pelaporan hukum itu, dilayangkan Fransiska ke Polda Metro Jaya (PMJ) dan Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Polri.

Kuasa Hukum Fransiska, Rinto Wardana mengungkapkan, selain laporan pidana, klainnya juga mengajukan gugatan secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan nomor perkara 356/Pdt/PN.Jkt.Pst tanggal 27 September 2018 lalu.

“Untuk laporan pidannya, BL/4742/X/2017/PMJ/Ditreskrimum Polda Metro pada tanggal 2 Oktober 2017. Dan untuk Bareskrim LP/B/1256/X/2018/BARESKRIM,” terang Rinto, Selasa (9/10/2018).

Selain suaminya Edward sambung Rinto, klainnya Fransiska juga melaporkan pihak keluarga suaminya, Edwin Soeryadjaya dan Joice Soeryadjaya. “Untuk yang dilaporkan semuanya ada 17 pihak yang menjadi turut tergugat dan tergugat,” jelasnya.

Rinto menjelaskan, perkara bermula dari berpulangnya orang tua Edward, William Soeryadjaya atau lebih dikenal Om William yang tak lain mertua Fransiska pendiri Astra Internasional pada 2 April 2010.

Selanjutnya, untuk harta warisan sudah diatur mendiang William dalam Akta Wasiat No.30 Tahun 1980. Namun pada 24 Oktober 2008, Edward bersama dengan saudaranya, membuat master agreement berisi tentang pembagian harta warisan.

Setelah itu lanjut Rinto, 2 tahun kemudian tepatnya 15 Januari 2010, Edward membuat perjanjian pengalihan harta warisan yang ditandatangani 4 orang adiknya.

“Salah satu klausul yang terdapat dalam perjanjian itu mensyaratkan bahwa perjanjian berlaku setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pasangan suami atau istri dari pihak yang membuat perjanjian. Namun faktanya, ternyata Fransiska sebagai istri sah Edward Seky Soeryadjaya, tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Dengan fakta itu, klainnya Fransiska merasa dicurangi lantaran namanya tidak ada dalam perjanjian pengalihan harta warisan yang ada justru nama dan tandatangan wanita lain.

“Dalam persoalan ini, Edward diduga telah melakukan penipuan dan keterangan palsu yang menyamarkan asal-usul dan keterangan Fransiska sebagai istri sahnya,” kata Rinto.

Rinto menambahkan, master agreement yang dibuat Edward bersama adik-adiknya dibuat dalam bahasa Inggris. Sementara William sendiri, hanya bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Belanda.

“Oleh karena itu, Fransiska meyakini bahwa Om William tidak mengerti apa yang telah disepakati dan diperjanjikan dalam master agreement yang dibuat oleh anak-anaknya,” jelas Rinto lagi.

Dengan fakta ini tambah Rinto, lahirnya perjanjian tidak memenuhi syarat yang sah, karena mendiang William Soeryadjaya sedang dalam keadaan sakit dan terbaring di rumah sakit, sehingga tidak dapat bertindak secara layak dalam memberikan sikap atas harta warisannya.

“Maka dari itu, ketiga perjanjian yang dibuat tergugat bersama saudara-saudaranya harus batal demi hukum,” pungkasnya.bj/red

dilihat : 20 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution