Senin, 08 Maret 2021 22:13:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Unilever dan Hypermart Ajak Masyarakat Atasi Masalah Sampah




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 04 Desember 2017 08:08:25
Unilever dan Hypermart Ajak Masyarakat Atasi Masalah Sampah

Surabaya - Sampah merupakan permasalahan pelik yang harus ditanggulangi bersama. Setiap tahun dihasilkan 65,8 juta ton sampah di Indonesia dengan tingkat pemilahan sampah di masyarakat yang masih rendah. Ini membuat Indonesia menyumbang 1,29 MMT (million metric tons) sampah plastik ke laut setiap tahun.

Head of Environment and Sustainability dan Yayasan Unilever Indonesia Maya Tamimi mengatakan Unilever percaya bahwa permasalahan sampah akan bisa diatasi jika semua pihak bekerja sama dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

"Untuk itu, Unilever merasa perlu menggandeng banyak pihak salah satunya ritel seperti Hypermart untuk sama-sama mengalakkan edukasi mengenai pentingnya pilah sampah di tataran rumah tangga," tegas Maya di sela acara program Belanja Tanpa Nyampah, Pilah Sampah Itu Mudah di Surabaya, Sabtu (2/12/2017) kemarin.

Maya menjelaskan konsumen memiliki peranan penting dalam mengurangi sampah di TPA/di alam karena semua upaya dimulai dengan mengurangi dan mengelola (memilah) sampah di tingkat rumah tangga. Komitmen Unilever dalam mengatasi permasalahan sampah sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), strategi untuk terus menumbuhkan bisnisnya seraya mengurangi jejak lingkungan yang ditimbulkan hingga separuh dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat.

Unilever secara global telah berkomitmen untuk mengurangi berat kemasan produknya hingga sepertiganya pada tahun 2020 dan meningkatkan penggunaan konten plastik daur ulang di kemasan minimal 25% pada 2025.

"Kami juga menargetkan seluruh kemasan plastiknya akan dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau diurai di tahun 2025 nantinya," ucap Maya.

Sementara Corporate Communications Director & Corporate Secretary PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojongian mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama antara Unilever dan Hypermart dalam mengurangi timbunan sampah kemasan produk di tengah masyarakat.

"Kerja sama Unilever dengan Hypermart didasari oleh persamaan visi untuk mengurangi sampah kemasan yang terkirim ke tempat pembuangan akhir ataupun ke alam seperti lautan yang dimulai dari skema pengumpulan sampah kemasan. Sebagai ritel, Hypermart merasa perlu ambil bagian dalam membantu mengatasi hal ini dengan berpartisipasi menyediakan dropbox pengumpulan sampah," ungkap Danny.

Program Belanja tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah Program ini berlaku selama periode Desember 2017-Februari 2018 merupakan upaya Hypermart dan Unilever untuk memilah sampah dan menyalurkannya ke dropbox yang ada di tiga gerai Hypermart yaitu di Supermall Pakuwon Indah, Sidoarjo dan East cost. AI/mwp/red

dilihat : 672 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution