Senin, 20 Januari 2020 07:54:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 437
Total pengunjung : 18213
Hits hari ini : 2100
Total hits : 565605
Pengunjung Online : 17
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPJS Ketenagakerjaan Jatim Gencar Sosialisasikan MLT untuk Fasilitas Pembiayaan Perumahan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 15 Oktober 2017 08:14:22
BPJS Ketenagakerjaan Jatim Gencar Sosialisasikan MLT untuk Fasilitas Pembiayaan Perumahan

Pasuruan,pl.com - Sejak dilaunching pada pertengahan tahun 2017, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai mengajukan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan pekerja.

Di Jawa Timur sendrii Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur mencatat baru 365 peserta yang memanfaatkan MLT ini.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik saat media gathering di Pasuruan mengatakan, ada tiga jenis MLT terkait pembiayaan perumahan pekerja.

"Yaitu Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan Pinjaman Renovasi Rumah (PRR)," jelasnya, Jumat (13/10/2017).
Dari 365 tenaga kerja itu, tercatat 19 tenaga kerja untuk PUMP, 334 tenaga kerja untuk KPR, dan 12 tenaga kerja untuk PRR.

Diakui Abdul Cholik, bila jumlah itu memang masih kecil. Penyebabnya antara lain karena program ini masih baru. Sehingga masih memerlukan sosialisasi yang lebih masif lagi.

"Dulu saat masih dengan nama Jamsostek kami ada layanan fasilitas pinjaman uang muka rumah. Tapi sekarang dengan nama baru, ada program baru yang baru dimulai dipertengahan tahun ini," lanjut Abdul Cholik.

Selain itu, karena masih baru, sudah banyak pekerja yang memiliki KPR dengan bank lainnya. Dan bagi yang sudah memiliki KPR di bank lainnya, tidak bisa berpindah memanfaatkan MLT ini, meski sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program KPR melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, cukup menarik karena bunga yang dipatok relatif lebih rendah dibanding bunga KPR biasa.

Jika biasanya bunga KPR mencapai 12 persen, melalui program ini tenaga kerja bisa mendapatkan bunga lebih kecil, yaitu Rate Bank Indonesia Reserve Repo (RR) ditambah 3 persen atau untuk saat ini sekitar 7,75 persen selama 20 tahun.

Program ini berlaku untuk pembelian rumah dengan harga maksimal Rp 500 juta. Jangka waktunya hingga 20 tahun.

Sedangkan program uang muka atau PUMP berlaku hanya untuk pembelian rumah subsidi yang harganya sekitar Rp 123 juta.

Melalui program ini, tenaga kerja hanya diwajibkan membayar uang muka sebesar 1 persen dari harga rumah dan untuk bunga KPR dipatok BI RR ditambah 3 persen atau sekitar 7,75 persen selama 15 tahun.

"Program ini tidak hanya berlaku bagi peserta penerima upah (PU) saja, tetapi juga berlaku bagi tenaga kerja bukan penerima upah dengan syarat gaji di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta dan mengikuti tiga program BPJS TK," tambah Abdul Cholik.

Dalam penyaluran MLT pembiayaan perumahan pekerja ini, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Bank BTN.

Dengan skema, pekerja yang sudah peserta BPJS Ketenagakerjaan, setelah mendapatkan rumah yang akan dibeli, bisa mengajukan MLT melalui kantor BPJS Ketenagakerjaan bersamaan dengan mengurus persyaratan sesuai aturan di BPJS Ketenagakerjaan, Bank BTN, pengembang, dan rekomendasi dari perusahaan tempat tenaga kerja.

"Kami optimis akan banyak tenaga kerja yang merespon program ini. Karena kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja selalu naik dan meningkat," tandas Abdul Cholik. mwp

dilihat : 448 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution