Senin, 12 April 2021 08:29:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pernyataan Sikap Civitas Akademika Universitas Kristen Petra




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 16 Mei 2017 20:10:17
Pernyataan Sikap Civitas Akademika Universitas Kristen Petra

Surabaya,pl.com - Kebaktian Kebangsaan Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) dan BAMAG Jawa Timur berlangsung meriah Senin, 15 Mei 2017. Lagu Indonesia Raya berkumandang sementara auditorium U.K. Petra disesaki oleh sekitar 700 peserta yang hadir.

Tampak hadir di dalamnya pimpinan atau perwakilan gereja, lembaga, dan yayasan Kristen dan tentunya warga kampus U.K. Petra yang mendominasi acara ini.

Puji-pujian, doa, puisi, pernyataan iman bertanggapan, dan tentunya kotbah merajut ibadah yang kental dengan nuansa kebangsaan.

Pendeta. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. yang juga menjabat Ketua BAMAG Jawa Timur hadir sebagai pengkotbah untuk mendorong umat Kristen berperan sesuai identitasnya sebagai garam dan terang dunia.

Seusai ibadah, rektor U.K. Petra, Prof. Ir. Rolly Intan, Dr.Eng. menyampaikan pesan dan PERNYATAAN SIKAP CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA sebagai berikut:
Mengamati situasi bangsa yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu semakin bertumbuhnya gerakan radikalisme agama yang mengusik ketenangan kita dalam berbangsa dan bernegara melalui tekanan-tekanan kepada pemerintah, lembaga hukum, dan kaum minoritas, kami Civitas Akademika Universitas Kristen Petra menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Kami menegaskan komitmen kami terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
2. Kami menolak bentuk negara berdasarkan primordialisme tertentu, termasuk berdasarkan agama. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural, sehingga memaksakan bentuk negara berdasarkan primordialisme dan agama mencederai perjuangan para pahlawan bangsa yang datang dari berbagai suku dan agama.
3. Kami menghormati lembaga hukum di Indonesia, tetapi kami menyesalkan setiap keputusan hukum yang tidak berdasarkan keadilan dan kebenaran karena dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu dan tekanan massa, seperti yang patut kami duga terjadi dalam kasus putusan PN Jakarta Utara terhadap Sdr. Ir. Basuki Tjahaja Purnama.
4. Kami mendukung pemerintah untuk bersikap tegas kepada kelompok-kelompok yang mengandalkan kekerasan, berindikasi makar dan menolak NKRI dan ideologi Pancasila. Pembiaran terhadap kolompok-kelompok demikian mencederai keharmonisan dan kesatuan bangsa.
5. Kami berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar memberi hikmat, kekuatan, dan keberanian kepada bapak Presiden Republik Indonesia agar dapat mengatasi kelompok-kelompok yang merongrong pemerintahan dan negara, baik dari luar maupun dari dalam pemerintahan dan negara. yordan/red

dilihat : 465 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution