Selasa, 26 Mei 2020 12:13:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 665
Total pengunjung : 137355
Hits hari ini : 6083
Total hits : 1412275
Pengunjung Online : 16
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kapolsek Minta FKUB Aktif Cegah Radikalisme dan Intoleransi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 11 April 2017 14:08:40
Kapolsek Minta FKUB Aktif Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Sanggau - Kapolsek Kapuas, IPTU. Suprapto meminta Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Kapuas berperan aktif mencegah paham radikalisme dan intoleransi di Kecamatan Kapuas sehingga semua persoalan di tingkat bawah bisa diselesaikan sebelum menjadi persoalan FKUB Kabupaten.

Demikian disampaikan Kapolsek Kapuas, IPTU. Suprapto saat menjadi narasumber pada acara “Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama dan Saling Menghargai Tanpa Memandang Suku, Agama, Adat, Budaya dan Ras” yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Kapuas, Senin (10/4) pagi.

Acara yang digagas Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sanggau itu dihadiri Kepala Kesbangpol dan Linmas, Antonius, Camat Kapuas, Alipius, Ketua FKUB Kabupaten, Irenius Nius, Ketua FKUB Kecamatan, Abang Sofyan, Kades/Lurah, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan guru agama dan perwakilan organisasi perempuan di Kecamatan Kapuas.

Untuk mencegah meluasnya paham radikalisme dan intoleransi khususnya di Kecamatan Kapuas, Kapolsek telah memerintahkan menggelar patroli radikalisme dan intoleransi.

“Perintah saya cuma satu, patroli radikalisme dan intoleransi dan itu sudah kita jalankan,” katanya. Kepada para tokoh yang hadir dalam acara tersebut, Kapolsek berharap bisa melakukan meping terhadap segala persoalan terkait radikalisme dan intoleransi di wilayahnya masing-masing.

“Intinya kita bekerjasama mencegah ini terjadi di wilayah kita. Kalau kita mampu melakukan itu, kita bisa membuat skala prioritas Desa atau Kelurahan mana yang kita sentuh agar tidak mucul radikalisme dan intoleransi,” ujarnya.

Jika menemukan persoalan radikalisme di lingkungan masing-masing, Kapolsek meminta agar segera mengkoordinasikannya ke aparat setempat agar dampak negatif dari persoalan yang mucul tidak sampai menyebar kemana-mana.

“Intinya cepat tanggap dan bersinergi, kalau itu kita lakukan saya yakin persoalan itu tidak sampai mengganggu kerukunan antar umat beragama di wilayah kita,” katanya.

Kapolsek menambahkan, teknologi yang begitu canggih di hand phone memiliki dampak positif dan negatif. Namun, jika teknologi tersebut tidak bisa dikelola dengan baik, bukan malah manfaat yang didapat, tetapi justeru berpotensi membuat si pengguna tergelincir. Untuk itu, Ia berpesan, agar pengguna hand phone bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah percaya dengan berbagai isu yang beredar di masyarakat tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu dengan pihak berwenang.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasi Kesbang, Sisilia Dit, SE menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang keberagaman di Kabupaten Sanggau dan mencegah isu-isu radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Sanggau.

“Ancaman radikalisme dan intooleransi selalu ada. Untuk itu, kita harus mewaspadai ini. Oleh karenanya, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kita untuk selalu waspada sekaligus memberitahukan langkah apa yang harus kita lakukan jika menemukan hal-hal tersebut, yang jelas bukan dengan cara anarkis,” katanya.

(AI/dln/red)

dilihat : 491 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution