Senin, 20 Januari 2020 08:36:53 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 452
Total pengunjung : 18228
Hits hari ini : 2290
Total hits : 565795
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ngurus Surat, Dispendukcapil Malang Targetkan Sehari Selesai






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 31 Januari 2017 15:08:34
Ngurus Surat, Dispendukcapil Malang Targetkan Sehari Selesai

Malang - Sejak menempati gedung baru, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Kabupaten Malang, Jawa Timur nampaknya mengalami progres yang bagus. Terbukti, saat ini bisa menampung rata-rata lebih kurang 1.200 jiwa perhari yang mengurus surat kependudukan.

Kepala Dispendukcapil, Purnadi, mengungkapkan, sistem kerja yang dilakukan dinasnya berdasarkan kecepatan durasi waktu kepengurusan surat, sehingga masyarakat bisa lebih puas.

“Untuk saat ini sarana prasarana sudah lumayan bagus, masyarakat yang masuk ruangan untuk mengurus surat bisa masuk semua,” terangnya kepada awak media diruang kerjanya, Senin (30/1/2017).

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mempercepat kepengurusan Kartu Keluarga, Akte, dan Kartu Tanda Penduduk, terutama di wilayah Desa yang jauh dari kantor Desa, telah diterjunkan tim dengan sistem jemput bola untuk pemohon.

Menurut Purnadi, dari 378 Desa dan 12 Kelurahan di wilayah Kabupaten Malang, sistem jemput bola yang dilakukan, pada 2016 yang lalu sudah tercapai 76 Desa yang mampu menangani 60 ribu lebih pemohon. Sementara untuk 2017 ini sistem jemput bola akan diterjunkan di 100 Desa.

Sementara, berdasarkan pencatatan sipil jumlah penduduk Kabupaten Malang mencapai 2,5 juta jiwa lebih. Pada tahun 2016 kepengurusan akte kelahiran mencapai 75 persen, sedangkan 2017 ini ditargetkan menjadi 80 persen dan menginjak tahun berikutnya hingga 2019 ditargetkan pula untuk mengejar hingga 100 persen.

Selanjutnya, untuk e-KTP, di tahun 2016 yang lalu juga sudah mencapai 95 persen dari jumlah penduduk. Kalau tahun lalu mengurus KK itu 14 hari, sekarang ini menjadi 9 hari.

“Yang jelas, bulan Juni 2017 dari 20 loket yang tersedia akan diperluas dibuka menjadi 30 sampai 40 loket, sehingga untuk mengurus surat kependudukan diselesaikan 1 hari saja,” pungkas Purnadi. (PP/beks)

dilihat : 444 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution