Rabu, 20 Januari 2021 13:56:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Beatrice Portinari
Beatrice Portinari (1266-1290) adalah seorang anak manusia biasa yang kemudian menjadi obyek imajinasi luar biasa sehingga identitas dirinya secara tidak adil akan terseret dalam status luar biasanya itu.



Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :
Hits hari ini :
Total hits :
Pengunjung Online :
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dino: Paus Tunjukkan Solidaritas kepada Umat Islam




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 18 Januari 2017 15:03:32
Dino: Paus Tunjukkan Solidaritas kepada Umat Islam

Jakarta - Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Sabtu (14/1). Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (15/1), Dino menyampaikan apresiasi kepada Paus Fransiskus atas solidaritas terhadap umat Islam

"Saya menyampaikan kepada Paus Fransiskus bahwa sebagai Muslim, saya sangat berterima kasih atas semangat perdamaian dan persaudaraan yang secara konsisten ditunjukkan kepada umat Islam sedunia, termasuk dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Semangat Paus itu merupakan fondasi penting untuk membangun perdamaian dunia," kata Dino.

Menanggapi pernyataan tersebut, Paus Fransiskus menyampaikan terima kasih atas apresiasi Dino Patti Djalal.

Dino bertemu Paus Fransiskus dalam kapasitas sebagai pendiri FPCI dan sebagai peserta dialog Global Foundation yang membahas masalah globalisasi dan tantangan dunia lainnya. Dalam diskusi ini juga hadir Mari Pangestu, mantan Ketua Partai Buruh Inggris, Ed Miliband, mantan PM Australia, Kevin Rudd, mantan Dirjen WTO Pascal Lamy, gubernur Bank of England, dan CEO sejumlah perusahaan multinasional.

Sehari sebelumnya, Dino bertemu romo Markus Solo, satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pejabat di lingkungan Vatikan dan bertugas menangani dialog antar-agama di Asia Pasifik.

"Saya sempat merinding mendengar cerita romo Markus bagaimana Paus Fransiskus mengubah tradisi Kamis Putih di Vatikan. Sebelumnya, setiap Kamis Putih, Paus biasanya membasuh kaki sejumlah pemeluk agama Katolik. Paus Fransiskus mengubah tradisi ini dengan mengunjungi penjara dan di sana beliau membasuh kaki para tahanan, bukan hanya yang Katolik, namun juga pemeluk agama lain, termasuk Muslim.

Paus bukan hanya membasuh kaki, namun juga mencium kaki mereka. Ini suatu hal yang luar biasa dan tidak pernah terjadi sebelumnya, di mana seorang Paus membasuh dan mencium kaki seorang Muslim. Ini mencerminkan toleransi dan kesungguhan Paus Fransiskus untuk melayani umat manusia tanpa pandang bulu agamanya apa. Sikap ini juga seharusnya menjadi inspirasi bagi pemeluk dan pemimpin agama lain," tutup Dino.

beritasatu

dilihat : 464 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution