Senin, 27 Januari 2020 03:23:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 167
Total pengunjung : 22931
Hits hari ini : 672
Total hits : 603017
Pengunjung Online : 15
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menaker Meresmikan Perumahan Murah Bagi TKI di Madiun






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 22 Desember 2016 15:19:16
Menaker Meresmikan Perumahan Murah Bagi TKI di Madiun

Madiun - Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri meresmikan pembangunan perumahan murah bagi TKI dan mantan TKI di Desa Karangrejo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (20/12/2016).

Menaker dalam kesematan tersebut mengatakan, selama ini uang TKI yang dikirim ke dalam negeri lebih banyak digunakan untuk kegiatan konsumtif. Padahal, akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau masih sangat minim.

"Untuk itu, sangat penting bagi seorang TKI memiliki akses terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Hal itu, dalam rangka peningkatan kesejahteraan maupun memastikan penggunaan dana remitansi untuk kegiatan ekonomi produktif," ujarnya saat Peresmian dan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Murah di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu.

Menurut dia, kebutuhan TKI akan perumahan cukup besar. Hal itu selaras dengan masih besarnya kekurangan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) secara nasional.

"Backlog perumahan kita secara nasional sekitar 13,5 juta unit. Oleh karenanya, program perumahan TKI menjadi terobosan untuk meningkatkan akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau. Ini sekaligus melengkapi program sejuta rumah untuk pekerja yang diluncurkan pemerintah tahun lalu," tuturnya.

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan kebijakan perumahan TKI secara murah yang layak dan terjangkau.

"Perlu ada kebijakan untuk menguatkan akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau. Kini, kita siapkan itu, adapun, skemanya yang penting adalah mudah dan terjangkau oleh para TKI yang bekerja di luar negeri," kata dia.

Pihaknya juga mendorong dan mendukung inisiatif kelompok-kelompok purna TKI dan organisasi masyarakat sipil yang mengembangkan model perumahan TKI berbasis komunitas, seperi yang dilakukan Perkumpulan Peduli Buruh Migran di Madiun.

"Hal-hal semacam itu dapat mempercepat perwujudan perumahan layak dan terjangkau bagi TKI, serta menguatkan sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pemberdayaan TKI purna," tambahnya.

Koordinator Perkumpulan Peduli Buruh Migran Lily Pujiati mengatakan, perumahan murah bagi TKI di Madiun nantinya akan dikerjakan oleh Perkumpulan Peduli Buruh Migran bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan kontraktor purna-TKI.

"Nantinya sebanyak 71 unit rumah tipe 36 dengan ukuran tanah 60 meter persegi siap dibangun di atas lahan seluas 7.416 meter persegi dan khusus diperuntukkan bagi TKI dan mantan TKI," ucap Liliy.

Dari rencana 71 unit rumah tersebut, sebanyak 51 rumah di antaranya sudah dipesan oleh TKI yang masih bekerja di luar negeri.

antara

dilihat : 449 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution