Minggu, 24 Maret 2019 12:49:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 188
Total pengunjung : 484816
Hits hari ini : 1878
Total hits : 4457686
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Penjualan Harley Davidson di Indonesia Turun






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 13 Desember 2015 22:03:09
Penjualan Harley Davidson di Indonesia Turun

Surabaya - Tahun ini penjualan moge Harley- Davidson di Indonesia mengalami penurunan drastis. PT Mabua Motor Indonesia, penjual resmi sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia memang mengalami penurunan penjualan sejak tahun lalu karena regulasi pajak yang sudah mulai berlaku sejak saat itu ditambah dengan kondisi perekonomian saat ini yang terpuruk.

Irvino Edwardly yang menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Penjualan Mabua Motor Indonesia mengatakan bahwa pada tahun lalu saja penjualan mereka sudah menurun sekitar 50 persen. Dan tahun ini kembali mengalami penurunan, tapi masih ada produk yang menjadi ”penyelamat”.

”Penurunan penjualan paling drastis adalah di segmen mesin big twin engine [cc besar khas Harley-Davidson], tahun ini turun lagi 50 persen. Tapi kami terbantu dengan Street 500 sebagai model termurah. Jadi secara total kami mendekati perolehan tahun lalu sekitar 450 unit,” ujar Vino.

Meski secara angka penjualan sama dengan tahun lalu, tapi Vino menjelaskan bahwa nilainya jauh berbeda karena penjualan tahun ini 70 didominasi model Street 500 yang dilepas dengan harga sekitar Rp 200 jutaan. Sedangkan untuk model lain yang masuk ke dalam kategori big twin engine memiliki perbedaan yang sangat tinggi, ditawarkan dengan harga di atas Rp 700 juta.

Peningkatan harga moge tersebut dikatakan dikarenakan kenaikan dan penambahan pajak ketika perusahaan mendatangkan sepeda motor utuh dari Amerika Serikat. Ditambah lagi kondisi perekonomian Indonesia yang lesu dan membuat masyarakat berpikir lebih untuk membelanjakan uangnya.

”Kami cuma bisa menunggu, tidak ada yang bisa dilakukan, sembari menunggu kebijakan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian, atau merevisi perpajakan. Karena mau tak mau kami tetap mengimpor utuh, tidak ada opsi lain,” ucap Vino.

otomotif/red

dilihat : 415 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution