Sabtu, 18 Januari 2020 04:53:23 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.


Pengunjung hari ini : 208
Total pengunjung : 16728
Hits hari ini : 972
Total hits : 554618
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ir.Thomas Aden, M.Sc., Eng. : “Menjadi Pegawai Negeri Itu Tidak Mudah Lho….!”






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 03 November 2005 00:00:00

SURABAYA- Orang mengira bahwa menjadi pegawai negeri itu indentik dengan gaji yang murah birokrasi yang sangat rumit, korupsi atau sebaliknya, pegawai yang tampak lusuh serta kehidupan keuangan yang serba susah. “Menjadi pegawai negeri itu sangat susah lho mas ” ujar Thomas mengawali perbincangan dengan Pustakalewi.com beberapa saat yang lalu di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat ( GPIB) Immanuel Jl. Bubutan Surabaya.



Mantan pimpro Bina Marga Jawa Timur ini menuturkan alasan mengapa ia ingin menjadi pegawai negeri. Ada tiga alasan mengapa ia ingin jadi pegawai negeri. Pertama, karena ia adalah orang Kristen, kedua karena kita ( orang Kristen) adalah minoritas, ketiga karena teladan yang diberikan oleh ayahnya ketika masih aktif selaku pegawai negeri.



“Kita harus menjadi orang yang membawa kasih dimana pun tidak terkecuali di pegawai negeri,”imbuhnya seraya mengingatkan bahwa itu adalah tuntutan dari hukum kasih. Menurutnya, eksistensi kita (umat Kristen,-Red) hanya dapat diukur kala kita diperhadapkan pada persoalan dan apakah respon kita memberi kasih atau tidak. Dengan kata lain, kasih itu nyata tatkala berada ditengah-tengah lingkungan yang tidak mengenal kasih. Dengan tindakan seperti Itu, kita tidak akan dilihat memaksakan hukum kasih ala orang Kristen kepada orang yang berbeda iman dengan kita.



“Saya sadar bahwa kita adalah minoritas secara kuantitatif” lanjut Pria kelahiran tahun 1964 ini dengan ringan. “Jika mau diperhitungkan, maka kita harus mampu menunjukan kualitas dan kreatifitas kita,” kata pengagum olahraga bela diri Kempo ini. Baginya, ia harus memiliki kelebihan yang dapat diandalkan. “ Kita harus menjadi orang yang dibutuhkan oleh mayoritas ketika mereka sedang menghadapi kendala” ungkapnya dengan penuh keyakinan.



Ketika ditanya siapa yang memberi pengaruh besar pada filosofi kerjanya, alumnus ITS Surabaya ini mengatakan, “Bapak saya telah memberi banyak inspirasi atas pembentukan pribadi saya dalam mengambil keputusan termasuk mengambil keputusan untuk menjadi pegawai negeri sipil.” Pengalaman masa kecilnya yang melihat sosok Bapak yang sangat enjoy dengan pekerjaan jadi PNS memberi kesan mendalam baginya. “Beliau itu menikmati pekerjaannya baik dalam suka maupun duka. Selalu bersukacita dan tersenyum” tambahnya.



Hal itulah yang membuat bapak dari dua anak, Tanesha Aden dan Talitha Aden ini mengambil keputusan meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai Sinotech Engineering dengan penghasilan perbulan US 65.000. “Bayangkan, apa tidak sangat menggiurkan gaji dengan nilai sebanyak itu ?” ungkap suami Lina Mari Junita ini dengat bersemangat.



Tapi karena Tuhan berkenan agar ia menjadi PNS, ia memutuskan meninggalkan pekerjaan yang memberi jaminan hidup berlebih itu. Pada tahun 1989 ia masuk menjadi pegawai negeri sipil di Departemen Pekerjaan Umum.



Putra sulung Charles Aden ini mengawali karier PNS-nya dengan gaji Rp 80.000 per bulan. Berbeda bumi-langit dengan gaji sebelumnya. Namun, karena menyadari itu disebabkan oleh KehendakNya, kini pria tiga bersaudara ini telah melewati semua problem kerja dengan enjoy, sama seperti yang ditunjukkan orangtuanya dulu.



Ketika ditanya mengenai apa yang harus dikerjakan agar gereja bangkit dan lebih aktif, dengan rendah hati Thomas mengatakan bahwa saat ini ia belum berbuat apa-apa untuk gereja. “Saya sebenarnya berharap banyak dengan ormas-ormas Kristen” imbuhnya. “Jika mereka kuat dan mandiri pasti dapat menyuarakan aspirasi gereja tentang persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya dll” harapnya sama seperti harapan umat kristiani lainnya yang merindukan tauladan muncul dari umat Kristen.(raf/gv)

dilihat : 451 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution